Membaca Bisa Jadi Jalan Keluar Bagi Depresi dan Kecemasan

Bagi anda yang suka membaca, pernahkah anda secara emosional merasa lebih baik setelah membaca sebuah buku atau beberapa puisi? Sesungguhnya, ada terminologi untuk fenomena ini: bibliotherapy.

Sumber foto: HuffPost

Sastra adalah obat manis yang membawa kita pada kesembuhan dari penyakit-penyakit psikologis. Ya, sastra terbukti membantu menormalisasi emosi yang bergejolak. Melepaskan penderitaan melalui membaca adalah therapeutic blessing yang jarang dibicarakan orang dan kurang mendapat sorotan di media. Membaca mengajarkan kita untuk memahami apa yang sedang terjadi pada diri kita.

Dengan kata lain, membaca memberi kita alat dan sumber pengetahuan yang dibutuhkan untuk menemukan kejernihan pikiran. Saat ini, di Eropa, tugas para pengelola perpustakaan bukan lagi menata buku dan mengkategorisasi buku. Mereka juga harus memilih buku-buku yang cocok untuk membantu menyembuhkan gejala depresi dan kecemasan.

Carol Clark, penulis utama dalam studi neuroscience, mengatakan “Terjadi perubahan neural dalam otak yang berhubungan dengan sensasi fisik dan sistem gerak ketika seseorang membaca novel. Efek ini tidak hanya terjadi ketika seseorang membaca, tapi masih dirasakan sampai beberapa hari setelah membaca.”

Sumber Foto: projectconquest

Maka dari itu, cerita yang bagus bukan hanya membantu kita merasa terhubung dengan perjalanan sang tokoh, tapi kegiatan membaca itu sendiri benar-benar mengkonfigurasi ulang jaringan otak. Artinya, kita tidak hanya berhasil keluar dari masalah pribadi, tapi juga jadi mampu berempati pada penderitaan orang lain – dan juga berempati pada diri sendiri. Hmm, berempati pada diri sendiri? Iya, kita perlu menempatkan diri di posisi orang lain dalam melihat permasalahan yang sedang kita hadapi. Untuk bisa merawat pikiran kita, sejenak kita perlu menjadi “orang lain”. Inggris dan Amerika mendirikan perpustakaan untuk pasien dengan trauma mental dan fisik selama Perang Dunia Pertama.


Hal ini mungkin terdengar membosankan dan kolot, tapi membaca buku tentang spiritualitas dan astronomi bisa membuat seseorang melihat “gambar yang lebih besar” dari hidup ini, dan mengembalikan rasa nyaman dan perasaan bahwa anda yang memegang kendali dari hidup anda. Ya, cara ini berhasil bahkan pada orang-orang atheis garis keras! Kompleksitas alam raya bisa membuat anda tidak begitu terjebak dalam diri anda sendiri. (AOZ)