Telepon Bahasa Isyarat Pertama Jepang Dipasang di Airport Haneda

japan times

Bagaimana orang dengan gangguan pendengaran melakukan percakapan jarak jauh via telepon misalnya? di era serba digital sekarang ini itu bukanlah hambatan yang berarti, faktanya semua orang termasuk mereka yang memiliki gangguan pendengaran atau kesehatan lainnya, mempunyai hak yang sama untuk melakukannya. dan untuk mempermudah hal itu, Jepang menjadi satu dari banyak negara yang telah menyediakan sarana telepon khusus tersebut.

Telepon khusus pertama yang dibuat oleh Jepang di mana memungkinkan untuk melakukan komunikasi dengan bahasa isyarat kini telah terpasang di Airport Haneda Tokyo. Sistem yang diaktifkan pada hari Minggu (3/12), yang juga bertepatan dengan hari penyandang disabilitas sedunia, memungkinkan orang-orang yang mengalami masalah pendengaran untuk masuk ke depan monitor sehingga juru bahasa dapat menyampaikan pesan tersebut melalui suara ke orang lainnya sehingga dapat mewujudkan percakapan dua arah.

Menurut Nippon Foundation, yang mulai menawarkan layanan secara pribadi pada tahun 2013, telepon bahasa isyarat sekarang digunakan di lebih dari 20 negara dan banyak digunakan di fasilitas umum sebagai sarana ‘bebas hambatan’ untuk bertukar informasi. Dua telepon baru telah dipasang di lantai dua lobi keberangkatan Haneda dan sarana tersebut dapat digunakan antara pukul 8 pagi dan 9 malam secara gratis.

Maret lalu, Organisasi tersebut mengatakan bahwa pihaknya bertujuan untuk mendirikan telepon serupa di lebih tempat mulai dari empat bandara besar lainnya di Jepang sebelum akhir tahun fiskal 2017. Yoshihiro Hasegawa, ketua Federasi Tuna Rungu Jepang, mengatakan bahwa layanan relay tersebut digunakan pada bulan Juni oleh empat pelaut dengan gangguan pendengaran untuk meminta penyelamatan darurat saat mesin mereka macet dan kapal mereka mulai tenggelam di Prefektur Aichi. "Mengakses informasi penting bagi kita karena memberi kita kesempatan untuk tidak hanya berpartisipasi dalam masyarakat, tapi juga menyelamatkan nyawa," kata Hasegawa.

Menteri Transportasi Jepang Keiichi Ishii mengatakan bahwa dia berharap lingkungan tanpa batasan Jepang akan tumbuh lebih besar dan menyebar secara nasional dengan dorongan penumpang yang menggunakan fasilitas baru di bandara Haneda. Ini merupakan salah satu fasilitas umum yang juga patut diadopsi oleh Indonesia, dengan tujuan yang sama yakni menciptakan lingkungan hidup bermayarakat yang ‘tanpa batasan’.






(ADP)