Tanggal 9 Februari Adalah Hari Daging Nasional di Jepang


1-800-kobebeef.com

Dari berbagai hari perayaan nasional yang ada di Jepang, mungkin tanggal 9 Februari merupakan satu yang paling aneh sekaligus mengasyikan bagi penduduk negeri itu, di mana orang-orang di sana menikmati dan memakan daging pada hari tersebut. dikatakan mulanya ini didorong oleh industri makanan, berakar dari sepasang kata berima dalam penyebutannya. Adalah Hari kesembilan di bulan kedua, dan kata dalam bahasa Jepang untuk daging, diucapkan sama ‘niku’ yang berarti daging dan ‘ni-kyuu’ untuk angka sembilan. Menjadikan tanggal tersebut hari yang sempurna untuk perayaan karnivora.

Meski belum jelas hari nasional ini ditetapkan oleh pecinta atau produsen makanan (daging), seiring perkembangan waktu popularitasnya telah didorong oleh supermarket dan restoran di Jepang, yang mengangkat ide tersebut, dan menawarkan diskon besar-besaran untuk merayakan hari daging ini. misalnya untuk tahun ini, sebuah restoran di Tokyo memberikan penawaran all-you-can-eat untuk menu daging dan dikabarkan restoran tersebut telah mendapatkan 70 reservasi per 6 Februari lalu. Franchise supermarket yang ada di Jepang ‘Gyu-Kaku’ juga menawarkan daging dengan setengah harga, seperti yang dilaporkan Global Meat News.

variasi lain dari "dua" dan "sembilan" juga telah digunakan sebagai alasan untuk perayaan makan daging, termasuk tanggal 29 di beberapa bulan.

businessinsider.co.id

'Hari Daging' nasional di Jepang tidak hanya alasan eklektik untuk makan daging. Ini merupakan refleksi dari tumbuhnya nafsu makan daging dinegara itu. Daging membuat bagian terbesar dari impor agrikultur Jepang, sekitar 20% dalam beberapa tahun terakhir. Negara dengan populasi penduduk 127 juta itu adalah importir terbesar daging di dunia, sebagian besar berasal dari Amerika. Memang, data perdagangan menunjukkan bahwa dalam satu dekade terakhir, impor daging babi dan daging sapi ke Jepang dari AS meningkat masing-masing sebesar 20% dan 1.400%.

Orang-orang di Jepang nampaknya sangat membutuhkan daging impor, yang membuat Amerika dan Australia bersaing ketat untuk pasar tersebut selama bertahun-tahun. Naiknya presiden ‘Donald Trump’ membuat produsen daging di negara tersebut gelisah karena beliau menarik Amerika dari perjanjian perdagangan ‘Trans-Pacific-Partnership’ yang memeberikan negara tersebut akses lebih besar ke pasar Asia, termasuk Jepang. sejak itu, Australia mengambil langkah dan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Amerika. Meski, ketegangan internasional itu kurang berpengaruh bagi kehidupan sehari-hari di Jepang yang tetap akan melangsungkan hari nasional makan daging mereka.







(ADP)