Prefektur Okayama: dari Jeans Asli Jepang, Spot Terkenal, hingga Kota Pelabuhan Bersejarah

Wikimedia Commons

Okayama, merupakan salah satu pusat transit utama pada jalur Sanyo Shinkansen yang berjalan antara Hiroshima dan Osaka. Sementara kota ini mungkin terdengar asing dan jarang dijadikan tujuan oleh wisatawan, terlalu banyak hal menarik untuk dilewatkan jika tidak mencoba mendatangi prefektur di mana memiliki kota yang disebut-sebut sebagai ibu kota jeans asli Jepang. Jika Anda mencari pengalaman perjalanan Jepang yang nyata, anda harus melihat dengan seksama dan lebih dalam, seperti berbagai kebudayaan dan sejarah nyata dari negeri matahari terbit yang terdapat di Okayama. Berikut sekilas tentang daya tarik dan tempat-tempat bersejarah di prefektur Okayama:

Kurashiki, ‘Blue Jeans’ dan Kota Pelabuhan Bersejarah

Terletak di pantai Laut Pedalaman Seto, Kurashiki yang termasuk dalam wilayah prefektur Okayama memiliki sejarah panjang sebagai gudang beras yang digunakan untuk membayar pajak ke shogun (kaisar). Nama Kurashiki diterjemahkan menjadi "biaya penyimpanan". Dengan sebagian besar wilayah tersebut terdiri dari tanah reklamasi, tanah asin yang tidak sesuai untuk menanam padi, dipindahkan kembali sebagai peternakan kapas dan bahan tatami (karpet jerami jepang).

Museum Jeans Betty Smith

Tricia Will Go Places

Nama Betty Smith mungkin bukan sesuatu yang familier bagi banyak orang non-Jepang, namun perusahaan ini telah mengakar dengan salah satu produsen jeans dalam negeri pertama dan juga salah satu produsen seragam sekolah terkemuka. Desa ini mencakup 2 museum yang menelusuri sejarah jeans Jepang lengkap dengan mesin vintage dan modern yang digunakan untuk memproduksinya. Ada juga bangunan pabrik asli dimana wisatawan dapat menyaksikan produk yang sedang dijahit atau dikerjakan.

kai okudara

Mereka juga menawarkan produk mereka di museum, jeans dengan berbagai pilihan mulai dari sekitar ¥30.000 dengan pilihan "omiyage jeans" yang lebih terjangkau dan bisa dibawa pulang pada hari yang sama. Pengunjung juga bisa mencoba berpartisipasi dalam memasang paku dan kancing dengan gantungan kunci / tali pengikat yang disesuaikan dengan harga sekitar ¥400.

Kojima Jeans Street

Heddels

Didirikan pada tahun 2010, jalan ini difungsikan sebagai upaya revitalisasi kawasan pusat kota dan memanfaatkan ketenaran dan popularitas denim yang diproduksi secara lokal. Garis selvage yang biasa ditemukan di produk jeans bermerek dapat dilihat di trotoar pada jalan tersebut, dan jins menggantung seperti spanduk di sepanjang lorong-lorong sempit yang dilapisi dengan beberapa lusin pemasok denim terbik Okayama.

Kurashiki Bikan Historical Quarter

japan phototrip

Mengunjungi kota pelabuhan bersejarah Kurashiki adalah seperti kembali pada masa lalu, di mana pada periode Edo kota pelabuhan ini melayani sebagai pusat distribusi padi yang vital. Pohon-pohon menggantung rendah sebagaimana tukang perahu dengan topi jerami mengendarai rakit di kanal sempit. Bahkan saat ramai, Kurashiki adalah tempat dimana Anda dapat bersantai dan kembali pada masa lalu. Layanan penyewaan dan rias Kimono tersedia bagi mereka yang ingin memanfaatkan lingkungan nostalgia dan menyimpan kenangan dalam kunjungan dengan berfoto.

Kuil Achi

tripadvisor

Dalam hal penjajaran arsitektur Jepang historis dan pariwisata modern terlalu banyak tempat menarik untuk ditangani, Anda dapat melarikan diri dengan mendaki bukit dan mengunjungi Kuil Achi. Pendakiannya cukup dahsyat, yang membuat perjalanan tidak mudah ditempuh. Namun, begitu sampai di tempat suci ini, pandangannya cukup memuaskan. Jika Anda memerlukan waktu istirahat dari kota yang membeku dalam waktu tertentu, Kuil Achi mungkin menjadi jawabannya meskipun perjalanan untuk menuju kawasan tersebut mungkin tidak yang paling mudah dilakukan.

Takahashi, Lokasi ‘Castle in the Sky’ dan Tembikar Bengara

Sementara relatif terisolasi dan sulit dijangkau tanpa mobil sewaan, Takahashi, Okayama sepadan dengan usaha mengunjunginya sebagai daerah yang hampir tidak berubah sejak masa jayanya. Ada perasaan kuat untuk segera beralih ke setting film animasi Studio Ghibli, yang ditekankan oleh pemandangan payung untuk Satsuki dan Totoro (My Neighbor Totoro)yang tergantung di dekat halte bus.

Desa Fukiya Furosato

kai okudara

Jauh di pegunungan Okayama terdapat kota Fukiya, yang menikmati kemakmuran ekonomi sejak masa Edo karena penambangan tembaga dan produksi bengara, pewarna kemerahan yang terbuat dari besi oksida. Sementara boom telah lama mereda, desa tersebut telah dilestarikan dengan bangunan berwarna karat yang melapisi jalan-jalan sempit.

kai okudara

Terdapat beberapa toko di mana Anda dapat melihat pembuatan tembikar atau mencelup kain dengan bengara. Tapi, Fukiya Annaijo Shitamachi Furusato menawarkan pengganti cepat untuk proses 2 hari. dengan ¥ 1.000-2000, pengunjung bisa mendesain saputangan dan tas jinjing dengan gaya bengara dan bisa membawanya pulang hari itu. Tentu saja, ada juga pilihan untuk membeli barang-barang yang telah selesai dan juga makanan yang terbuat dari cabai dan yuzu dipanen secara lokal.

Bitchu Matsuyama Castle

ikidane nippon

Menghadap kota Takahashi dari atas awan, Kastil Bitchu Matsuyama tidak hanya merupakan salah satu istana asli terakhir yang tersisa di seluruh Jepang, juga merupakan yang tertinggi, duduk 430 meter di atas permukaan laut. Bitchu adalah bekas nama daerah yang sekarang Takahashi. Awalnya dibangun pada tahun 1240, telah ditunjuk sebagai Properti Budaya Penting dan ditampilkan dalam pembukaan drama taiga 2016 NHK "Sanada Maru".

japan guide

Sampai ke kastil adalah bukti reputasi bahwa itu tidak dapat ditembus. Namun, sebelum perjalanan itu bisa dimulai, seseorang harus sampai di tempat parkir atas yang bisa diakses dengan taksi. Bus dari stasiun JR Bitchu-Takahashi kadang-kadang berhenti di tempat parkir yang lebih rendah namun naik bus antar-jemput tambahan diperlukan untuk mengakses tempat parkir atas yang terdekat dengan benteng. Sesampai di sana, naik 20 menit menanjak melewati tangga yang tidak rata dan langkah-langkah batu dimulai. Syukurlah, ada teh saji yang terletak di lapangan setelah Anda membayar biaya masuk (orang dewasa 300 yen, siswa 150 yen). Bayangkan seperti apa rasanya bagi tentara yang ditempatkan di Kastil Bitchu Matsuyama naik ke sana tanpa kemudahan teknologi modern! Musim yang direkomendasikan untuk mengunjungi kastil adalah benar ketika warna musim gugur telah dimulai.


Berbagai daya tarik yang menunjukkan keaslian budaya Jepang kembali bisa ditemukan di Prefektur Okayama. Jika hal-hal diatas menarik untuk anda yang bosan dengan daya tarik kota di Jepang, mengapa tidak memasukkannya kedalam perjalanan Jepang anda berikutnya, sementara kebanyakan wisatawan ‘mainstream’ mengunjungi Disneyland di pusat kota.



(ADP)