Ilmuwan Jepang Temukan Obat Baru yang Mungkin Dapat Sembuhkan Alzheimer

the japan times

Sebuah tim peneliti Jepang telah menemukan kombinasi obat baru yang mengurangi protein beta amyloid, yang diyakini berperan penting dalam menyebabkan penyakit Alzheimer, dengan menggunakan sel induk yang berasal dari pasien. Penemuan ini diumumkan oleh Kyoto University pada Selasa (21/11).

Para ilmuwan percaya temuan mereka, yang diterbitkan dalam jurnal Cell Reports versi online pada hari yang sama, merupakan langkah yang menjanjikan di mana akhirnya menemukan obat untuk mengobati penyakit Alzheimer --- sebuah penyakit progresif yang ditandai dengan kehilangan ingatan yang mempengaruhi puluhan juta orang di seluruh dunia. . Sejauh ini belum diketahui adanya pengobatan yang sudah pasti untuk penderita Alzheimer.

Untuk percobaannya, tim menciptakan sel induk pluripoten yang diinduksi induksi (sel iPS) dari individu, termasuk pasien dengan Alzheimer, dan kemudian diolah secara in vitro untuk meniru jaringan otak yang sakit. Para peneliti menciptakan neuron korteks yang berasal dari sel iPS dari lima pasien penderita Alzheimer familial; empat pasien dengan Alzheimer sporadis, yang berarti tidak ada riwayat keluarga penyakit ini; dan empat individu sehat.

Mereka kemudian menguji 1.258 obat di jaringan, dan mengidentifikasi bahwa kombinasi yang paling efektif untuk mengurangi kandungan beta amiloid adalah koktail obat yang menggabungkan tiga obat yang ada --- bromokriptin, yang digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson; cromolyn, digunakan untuk asma; dan topiramate, yang digunakan untuk pengobatan epilepsi. Tim tersebut mengatakan dalam laporannya bahwa "kombinasi itu menunjukkan efek yang signifikan dan ampuh" dan "menjanjikan temuan yang berguna" untuk pengembangan obat-obatan untuk mengobati Alzheimer.

Haruhisa Inoue, seorang profesor di Pusat Penelitian dan Aplikasi Sel iPS di Universitas Kyoto yang merupakan bagian dari tim, berharap kombinasi ini terbukti lebih efektif daripada pilihan yang ada.