3 Pola Asuh Anak Jepang ini Serupa dengan Indonesia - 1

Karakter orang Jepang yang terlihat tenang, tertib, patuh dan santun adalah salah satu hal yang menarik perhatian dunia. Cara orang tua dan sekolah di Jepang mendidik, mengasuh dan membesarkan anak pun digali, hingga beredar cerita-cerita tentang pola asuh dan pendidikan anak di Jepang.

Dari berbagai cerita mereka yang mempelajari dan atau menuliskan pengalaman mempelajari dan memperhatikan cara pengasuhan dan pendidikan anak di Jepang, 3 metode pengasuhan dan pendidikan anak ini cukup populer, dan ternyata tidak berbeda jauh dari gaya pengasuhan anak di Indonesia.

Topi, baju hingga tas pun diseragamkan. Gambar: Pinterest

Menarik Perhatian = Bikin Malu

Generasi tua dan sebagian generasi muda saat ini di Jepang masih menerapkan prinsip tak tertulis di Jepang yang cukup populer ini. Konsep turun temurun yang mengakar tentu tak mudah hilang begitu saja meski zaman telah berubah.

Peninggalan budaya Samurai Jepang yang ‘takut malu’ adalah salah satu latar belakang orang-orang tua mendidik anak untuk tidak bersikap dan bertindak ‘nyeleneh’ yang membuka kemungkinan memancing perhatian orang lain dalam konotasi negatif.

Keseragaman dalam bersikap dan bertindak memang tidak berisiko memancing perhatian yang tak diinginkan. Keseragaman ini bahkan diterapkan terus hingga bekerja. Cuplikan liputan BBC pada penerimaan pegawai baru Toshiba di Jepang beberapa waktu lalu memperlihatkan ribuan calon karyawan duduk tegak dan tertib, lalu dengan aba-aba mereka berdiri dan membungkuk serempak bagaikan robot dalam balutan hitam putih yang juga...seragam! Tak nampak rambut warna berbeda atau highlight kekinian diantara ribuan tersebut apalagi baju warna berbeda. Jika dilakukan, bisa jadi mereka akan menjadi yang pertama dicoret dari daftar calon pegawai.


Payung kuning diwajibkan untuk anak sekolah dasar. Gambar: Pinterest

Meski tak se-ekstrem penerapan dan indoktrinasi di Jepang, sebenarnya hal ini juga diterapkan di Indonesia, bukan? Terutama di sekolah negeri, peraturan sepatu yang seragam masih diterapkan, bahkan pada beberapa sekolah tertentu, keseragaman tak hanya sebatas warna namun juga merk sepatu.

Pernahkah anda ingin melakukan sesuatu yang tak umum di masyarakat namun khawatir akan mempermalukan orang tua dan keluarga?

Namun zaman kini telah berubah, internet terus berkembang, sosial media mewabah dan prinsip-prinsip seperti ‘Be Yourself’, 'Be Unique", ‘Be Different’ dari dunia barat yang masyarakatnya relatif lebih individual pun kini tak asing bagi orang Asia dan sedikit demi sedikit kultur malu berbeda mulai ditinggalkan.

Selama untuk hal-hal yang positif, tampil beda sah-sah saja. Hanya saja jika orang Asia tak lagi malu-malu tampil beda atau bertingkah 'semau gue', apakah identitas ketimuran akan luntur? Di sisi lain, jika pola asuh anak Jepang dengan Indonesia tak jauh berbeda dalam hal ini, lalu menurut anda pola asuh apa yang membedakan dan membuat orang Jepang tampak lebih tertib dan patuh?

Tunggu 2 lagi pola asuh anak di Jepang yang serupa dengan Indonesia!


#anibeefromparenttoparents

  • RaNa